"Spirit yang penting ditumbuhkan adalah menumbuhkan tradisi menanam, bukan hanya terkonsentrasi tradisi memetik hasil," kata politikus Anas Urbaningrum.
Anas menyampaikan hal iniย dalam diskusi bertemakan 100 Tahun Kebangkitan Nasional Revitalisasi dan Reaktualisasi Spirit Kebangsaan di Hotel Manhattan, Jakarta, Sabtu (9/2/2008).
Anas menjelaskan, maksud budaya menanam adalah ikhtiar. Jika bangsa tidak sanggup membangun tradisi ikhtiar tentu tidak ada hasil yang dipetik. "Kalau tidak ada tradisi menanam, yang dipetik tanaman orang lain," imbuh dia.
Menurut Anas, tradisi menanam termasuk menghargai prosesnya. Dan tradisi menanam dilakukan di semua bidang baik politik, ekonomi, dan sosial budaya. "Sehingga seluruh energi terkonsentrasi untuk menanam. Karena pada tahapan tertentu menanam menghasilkan," imbuh dia.
Dalam perjuangan, Anas mencontohkan generasi 1908. Mereka melihat untuk jangka panjang bukan jangka pendek sehingga dipetiklah hasil yang memuaskan. "Apa yang dipikirkan generasi 08? Sebetulnya bukan yang luar biasa. Tapi karena visi mereka jauh ke depan. Dan ini punya dampak yang luar biasa," pungkas dia. (mly/asy)











































