Sebelum Tewas, Saksi Ahli Kasus Pencurian Arca Diteror

Sebelum Tewas, Saksi Ahli Kasus Pencurian Arca Diteror

- detikNews
Sabtu, 09 Feb 2008 15:44 WIB
Yogyakarta - Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah, Tri Atmadji belum berani menyimpulkan kasus tewasnya staf ahli BP3. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab tewasnya Lambang Babar Purnomo di kawasan Ringroad Utara, Sleman-Yogyakarta. Namun, sebelum tewas, almarhum mengaku pernah diteror.

"Kami serahkan sepenuhnya kepada kepolisian. Pihak keluarga juga sudah menyetujui adanya otopsi untuk visum," kata Tri kepada wartawan di Ruang Lab Forensik
RSU Dr Sardjito Jl Kesehatan Yogyakarta, Sabtu (9/2/2008).

Menurut dia, sebelum tewas, Lambang sempat menjadi ketua studi banding BP3 ke Jawa Timur. Rombongan baru sampai di Yogyakarta pada hari Jumat (8/2/2008)
sekitar pukul 22.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah itu pukul 23.00 WIB sampai d irumah, dia kemudian pergi lagi pukul 24.00 karena ada undangan perpisahan Kepala Museum Beteng (Beteng Vredeburg) Pak
Wahyu," ungkap Tri Atmadji.

Setelah itu, kata Tri, Lambang baru pulang ke rumah sekitar pukul 04.15 WIB. Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, pihak keluarga diberitahu oleh kepolisian bahwa Lambang meninggal di kawasan Ringroad Utara.

Ketika ditanya, adanya teror terkait aktivitas Lambang sebagai saksi ahli kasus pencurian koleksi arca Museum Radya Pustaka Solo, dia enggan menjelaskan lebih
rinci. Namun, Lambang sempat bercerita bahwa dirinya mendapatkan teror terkait aktivitasnya sebagai saksi ahli.

"Memang sempat ada teror beberapa waktu lalu, tetapi saya nggak berani cerita. Kita serahkan semua kepada polisi," pungkas Tri Atmadji. (bgs/asy)


Berita Terkait