"Gede banget. Sampai masuk rumah di sini," kata Darsini (47), warga RT 13/13 yang rumahnya 5 meter dari bibir pantai, Kalibaru Timur, Cilincing, Jumat (8/2/2008).
Untungnya, warga sudah melihat tanda-tanda ombak besar sehingga bisa menyelamatkan diri dan perabotan rumah tangga seperlunya. Korban pun dapat dihindari. "Anginya gede banget. Temen-temen langsung ngungsi sebelum ombak datang," ucapnya.
Selain rumah porak poranda, warga kehilangan pendapatan dari puluhan kuintal kerang hijau siap panen. Kerang hijau yang menempel pada bagan bambu itu ikut hanyut terbawa besarnya ombak.
"Kami menggantungkan kepada kerang hijau. Sekarang hilang. Nggak dapat duit. Ngutang lagi," sela Darsini.
Sebelumnya, akhir Desember 2007 lokasi serupa sempat hancur oleh ombak. 75 rumah waktu itu lenyap tidak berbekas. Toh demikian, warga memilih bertahan daripada mencari lokasi lain yang bebas dari ancaman ombak.
"Nggak punya tanah. Ngontrak nggak ada duit," ucap Darsini memberi alasan.
(Ari/bal)











































