Jasad Surianti yang masih tergantung di kamarnya, ditemukan oleh kakaknya Sukarti, pada pukul 10.30 Wita di rumahnya, Jl Andi Mangerangi Lorong 11, Kelurahan Bongayya, Kecamatan Tamalate, Makassar, Jum'at (08/02/2008).
Sukarti yang melihat Surianti telah menjadi mayat, spontan langsung berteriak. Tetangganya yang mendengar langsung berdatangan. Warga pun heboh. Para tetangga kemudian segera melepaskan ikatan tali yang melilit di leher Surianti.
Surianti gantung diri saat penghuni rumah kosong. Suami dan saudara-saudaranya sudah berangkat bekerja. Sementara ibunya, Sumirlan, memang berada di rumah. Tapi saat itu, Sumirlan, sedang ngobrol-ngobrol dengan tetangga sebelah.
Tewasnya Surianti membuat keluarganya bertanya-tanya. Pasalnya, tidak ada tanda-tanda sebelumnnya kalau dia akan melakukan perbuatan senekat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, menurut Sumirlan, penyebab Surianti stres karena setrika antik miliknya tidak jadi laku. Padahal waktu itu sudah ada kolektor yang mau membelinya 100 juta.
"Kejadiannya Desember lalu. Setrika itu diberi oleh sepupu suaminya. Setrika itu memang antik, karena peninggalan Jepang. Ada orang yang mau membelinya Rp 100 juta. Dia janji akan datang. Tapi ditunggu-tunggu dia tidak datang. Sejak saat itu, dia mulai stres. selalu memikirkan uang Rp 100 juta," cerita Sumirlan.
Kini, polisi telah memasang police line di rumah Surianti. Aparat kepolisian dari Polresta Makassar Timur pun telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian. (gun/mly)










































