Lokasi sekolah memang berada di daerah paling rendah dari sekitarnya, sehingga genangan air tidak kunjung surut.
"Sudah sejak Jumat minggu kemarin. Air sampai masuk kelas. Ini masih mendingan sudah bisa dikeringin," kata Aminuddin, guru komputer SMP Nusantara, di sekolahnya, Jl Kramat Jaya, Koja, Jakarta Utara, Jumat (8/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama seminggu itu pula, sebanyak 240 siswa SMP (pagi) dan 200 siswa SMK (sore) melakukan kegiatan belajar di tengah banjir di bangunan sekolah yang telah berdiri sejak 1978 itu.
Lorong kelas dan pintu gerbang masih tergenang hingga semata kaki. Para siswa memilih melepas sepatu. Alhasil, kaki malah gatal-gatal terkena genangan air berwarna kehijauan itu.
Kaki-kaki meja pun menjadi keropos terendam air. Sementara lantai kotor dan tidak nyaman untuk belajar.
"Jadi enak main-mainan air. Kalau ada pelajaran, sering sambil garuk-garuk kuku," ujar Rizky, siswa kelas 3 SMP. (Ari/sss)











































