Sebabnya, mereka jadi terpaksa mendukung John McCain yang hampir dipastikan bakal mewakili Partai Republik dalam pemilihan presiden (pilpres) pada 4 November mendatang.
Kekecewaan itu disampaikan sejumlah penelepon pada acara talk show radio konservatif yang dipandu Rush Limbaugh di Atlanta, sebuah forum populer AS untuk menyiarkan pandangan konservatif.
Bahkan salah seorang penelepon mengaku dirinya kemungkinan akan memilih Barack Obama dari Demokrat, yang saat ini tengah bertarung ketat melawan rivalnya, Hillary Clinton untuk maju ke pilpres AS.
Oleh kaum konservatif, McCain dipandang sebagai politikus yang terlalu liberal soal reformasi imigrasi, pajak dan kebebasan berbicara. Mundurnya Romney dari pencalonan Partai Republik mengejutkan pers dan para Republikan konservatif.
Dari 21 negara bagian yang secara serentak menggelar pemilihan tingkat partai Republik pada 'Super Tuesday', Romney hanya menang di 7 negara bagian.
Saat ini di kubu Republik juga masih ada kandidat Mike Huckabee. Namun banyak kaum Republikan konservatif menganggap Romney sebagai pilihan terbaik mereka. Tapi dengan keluarnya Romney, berarti posisi McCain sebagai unggulan Republik semakin kuat.
"McCain telah unggul, dan itu akan mempengaruhi orang-orang, karena tak ada gunanya mencoba mendukung Huckabee," kata Herb Franks (57) seperti dilansir The Star, Jumat (8/2/2008).
"Satu-satunya yang saya pikir bisa dilakukan adalah memilih McCain (pada November), namun saya tidak memilih McCain karena pandangannya. Saya memilihnya daripada memilih Demokrat," kata Jack Lesher, warga Atlanta yang mengelola toko senjata.
Menurut Lesher, sebagai pemilik bisnis kecil, dirinya akan memilih kandidat yang paling konservatif, yang berorientasi rendah pajak. Namun kali ini dirinya juga termotivasi dengan keinginan mencegah Hillary Clinton menjadi presiden.
"Kami mengangap Hillary Clinton sebagai ratu 'Kerajaan Jahat' karena hubungannya dengan suaminya," cetus Lesher. (ita/sss)











































