Satu Miliar Orang Diprediksi Meninggal Karena Tembakau

Satu Miliar Orang Diprediksi Meninggal Karena Tembakau

- detikNews
Jumat, 08 Feb 2008 07:13 WIB
New York - Ada peringatan baru bagi para pengusaha dan pemakai tembakau untuk rokok di seluruh dunia. Studi penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan fakta mencengangkan tentang tembakau.

Penggunaan tembakau yang sudah meluas di seluruh dunia berdampak pada tingkat kematian. Jika konsumsi tembakau tidak dikurangi, lebih dari 1 miliar manusia akan menemui ajal.

"Seratus juta kematian banyak disebabkan penggunaan tembakau selama abad 20 lalu. Jika tren tersebut terus berlanjut, jumlah kematian akan meningkat lebih dari satu miliar jiwa pada abad 21 ini," ujar Dirjen WHO Margaret Chan dalam keterangan persnya sebagaimana dilansir AFP, Jumat (8/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setidaknya pemerintah dan lembaga-lembaga swadaya masyarakat harus segera mengambil tindakan agar tingkat kematian yang cukup tinggi itu bisa dicegah.

"Jika tidak dicegah, tembakau menyebabkan kematian ini, akan meningkat lebih dari 8 juta pertahun hingga 2030. dan 80 persen di antara kematian tersebut lebih banyak terjadi di negara-negara berkembang," tambahnya.

Dalam studi terakhir di WHO, data utama organisasi tersebut menunjukkan tentang penggunaan dan pengendalian tembakau di sejumlah negara yang merepresentasikan lebih dari 99 persen dari populasi dunia. Hasil studi tersebut juga menyerukan 6 strategi yang harus ditempuh untuk mencegah tingkat kematian yang tinggi.

Enam strategi itu disebut MPOWER, yaitu melibatkan pengendalian (Monitoring) kebijakan pencegahan dan penggunaan tembakau, melindungi (Protecting) manusia dari dampak rokok tembakau, menawarkan (Offering) bantuan kepada pecandu rokok untuk berhenti, mengingatkan (Warning) tentang bahaya tembakau, mendorong (Enforcing) pelarangan penggunaan tembakau untuk periklanan, dan menaikkan (Raising) pajak tembakau.

"Ketika upaya untuk memerangi tembakau menemukan momentumnya, seluruh negara tentu akan melakukan hal yang lebih dari sekedar memerangi," pungkasnya.
(rmd/nrl)


Berita Terkait