Kawanan Perampok Mantan Anggota GAM Beraksi di Aceh

Kawanan Perampok Mantan Anggota GAM Beraksi di Aceh

- detikNews
Kamis, 07 Feb 2008 22:50 WIB
Banda Aceh - Perampokan disertai kekerasan kembali terjadi di Aceh. Keluarga seorang guru SD bernama Rusli menjadi korban perampokan yang dilakukan kawanan perampok mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Kejadian itu terjadi di kediaman Rusli di Desa Putim, Kecamatan Ka 16, Aceh Besar, pada Rabu 6 Februari pukul 19.30 WIB ."Pelakunya ada 6 orang. Semuanya dari Pidie. Tapi kami masih melakukan pengembangan," ujar Kapolres Aceh Barat AKBP Linggo Wijanarko saat dihubungi detikcom, Kamis (7/2/2008).

Linggo mengatakan, berdasarkan penyelidikan, dari enam pelaku tersebut baru dua yang ditetapkan sebagai tersangka dan diketahui sebagai mantan anggota GAM. Kedua pelaku tersebut bernama Muhamad Yahya dan Rusli. Namun Rusli berhasil melarikan diri saat disergap oleh warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara 4 pelaku lainnya, lanjut Linggo, masih dalam penyelidikan dan belum ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Musliadi, Bukhari, Saeful Ali, dan Khalidi.

Linggo mengatakan, motif perampokan diketahui karena kepentingan ekonomi. Tidak terkait dengan politik atau organisasi GAM. Sebab menurutnya, GAM sudah tidak beroperasi.

Linggo menjelaskan, kejadian yang menimpa keluarga Rusli tersebut terjadi usai shalat Isya. Keenam perampok tersebut secara tiba-tiba masuk ke dalam rumah dan mengancam Rusli dan keluarganya.

Bahkan mertua Rusli, Nurlaila terkena popor senjata. Melihat kejadian itu, istri Rusli, Afniar lari keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan warga. Dalam waktu singkat, ratusan warga langsung berkumpul mengepung rumah Rusli.

"Tapi sayang, dari enam, hanya lima yang tertangkap. Sedangkan Rusli berhasil kabur. Kami masih mengejar," lanjut Linggo.

Meski tidak ada korban jiwa, kawanan perampok berhasil menggasak uang sebesar Rp 850 ribu. Dari tangan para pelaku juga disita beberapa barang bukti berupa 1 pucuk AK 58, 1 pucuk AK 101, 1 pistol, 36 amunisi AK 58, dan 75 amunisi AK 101. Saat ini kelima pelaku yang tertangkap sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Aceh Barat.
(rmd/anw)


Berita Terkait