Mbak Tutut Butuh Jaringan, Golkar Butuh Simbol

Mbak Tutut Butuh Jaringan, Golkar Butuh Simbol

- detikNews
Kamis, 07 Feb 2008 15:56 WIB
Jakarta - Peluang Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut diterima kembali masuk Partai Golkar sangat besar. Mbak Tutut butuh jaringan, sementara Golkar butuh simbol politik.

"Ada semacam kebuntuan di tubuh Golkar tentang siapa yang menjadi simbol. Jusuf Kalla tak bisa. Bakrie tak bisa. Yang lain juga tak bisa," ungkap pengamat politik CSIS Indra J Piliang kepada detikcom di Hotel Sofyan, Cikini, Jakarta, Kamis (7/2/2008).

Di sisi yang lain, Mbak Tutut juga akan melirik Golkar sebagai komunitasnya yang sejati dan juga sarana untuk mengembangkan jaringan. "Saya melihat sinyalemen Mbak Tutut lebih enjoy dengan Golkar daripada dengan partai lamanya, PKPB," kata Indra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, dengan kembalinya Mbak Tutut di bawah naungan beringin, dosa politik senior-senior Partai Golkar dulu terbayarkan. Senior-senior Partai Golkar dulu termasuk yang meminta ayahanda Tutut, Soeharto, lengser dari kursi presiden.

"Artinya, (dengan Tutut kembali ke Golkar), tak ada dendam lagi di antara kita," ujar Indra memprediksi pikiran para petinggi Golkar saat ini.

Apakah itu berarti kans Tutut kembali ke Golkar besar? "Saya kira besar sekali," pungkas Indra.

(aba/umi)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads