"Makan malam bersama adik-adikku. Makanannya masak sendiri," kata wanita yang akrab disapa Mami ini, kepada detikcom, Kamis (7/2/2008).
Mami menjelaskan, makanan yang dimasak pun beragam seperti rendang, soto, dan opor ayam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum makan malam, ibu yang berprofesi sebagai guru ini membuat makanan sesajen untuk dijadikan persembahan kepada dewa-dewa. Kemudian melakukan sembahyang leluhur pada siang harinya sebelum Imlek. Tujuan dari ritual tersebut adalah mengenang para pendahulu mereka.
"Setelah disajikan, makanan itu dimakan. Karena akan membawa berkah," ujar Mami.
Tradisi sembahyang yang biasa dilakukan pada malam sebelum imlek, tidak dilakukan oleh Mami dan keluarganya. Dia baru akan melakukannya pada tanggal 4 Imlek atau 10 Februari mendatang.
Dia dan keluarga besarnya akan beribadah di kelenteng Jin De Yuan di Petak Sembilan, kawasan Glodok, Jakarta Barat.
Untuk tahun baru Imlek kali ini, Mami berharap diberikan kesehatan dan kelancaran dalam memperolah rejeki, mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi. "Jangan sampai kehilangan kerjalah," imbuhnya.
Hujan yang turun pada hari pertama Imlek ini pun, harapnya bisa memberikan berkah bagi semua orang. Sebab seperti tanaman, jika disiram tentu akan terus tumbuh dan memberi kelangsungan hidup. "Kalau kering kan tanaman akan layu," katanya. (ptr/umi)











































