Tahun Tikus Tongtong, Awas! Banyak Orang Semau Gue

Tahun Tikus Tongtong, Awas! Banyak Orang Semau Gue

- detikNews
Kamis, 07 Feb 2008 10:20 WIB
Jakarta - Dalam perhitungan kalender Cina, tahun 2559 yang jatuh pada Kamis (7/2/2008), masuk dalam kategori Tahun Tikus dengan elemen tanah. Tikus tanah disebut juga tikus tongtong. Nah, tikus tongtong ini terkenal suka serudak-seruduk.

Sesuai karakter tikus tongtong ini, kata pakar horoskop Putri Wong Kamfu, banyak orang yang bertindak semau gue.

"Tikus tanah atau tongtong kan ukurannya besar, karakternya suka semau gue, rusak sana rusak sini tanpa merasa bersalah," kata Putri Wong Kamfu saat dihubungi detikcom, Rabu 6 Februari 2008 malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, dia meminta semua pihak harus mawas diri mengantisipasi kondisi itu. "Yah, akan mengalami sedikit susah. Awal tahun ini sih nggak ada masalah, keadaan makmur sandang pangan. Akhir tahun yang nggak enak," katanya.

Apalagi, lanjutnya, di tahun 2008 dalam kalender Jawa, bulan Suro datang dua kali, di awal Januari dan di akhir Desember. Nah, bulan Suro di akhir Desember itu dalam Tahun Je (tahun Jawa), masuk tahun 1942.

"Di primbon Jawa, kalau Tahun Je berakhiran angka dua, maka keadaan tahun ini murah sandang pangan dan rejeki. Tapi banyak perbuatan yang menyeleweng dari orang-orang yang ditakdirkan memegang kedudukan tinggi sehingga masyarakat mengalami kesukaran," katanya.

Putri Wong Kamfu menduga, kesulitan yang dialami masyarakat terjadi akibat kebijakan yang dilakukan pemerintah. Misalnya, kenaikan harga BBM. "Kenaikan ini bikin orang sukar. Yah kita banyak berdoa dan berpikir positif saja," ujarnya.Β Di Tahun Tikus ini, lanjut dia, kondisi alam pun masih belum menentu karena hong sui Indonesia sedang goyang.

"Hong itu artinya angin dan sui artinya air. Nah pengaruh angin dan air di Indonesia ini selalu datang bergantian, bawa bencana yang datangnya tiba-tiba seperti puting beliung," kata Wong Kamfu.

Kalimantan, ujar dia, memang salah satu kawasan di Indonesia yang aman gempa. Namun angin di sana sama bahayanya dengan bencana alam lain. Sementara gunung-gunung api di Sulawesi hingga Jawa mulai berguncang.

"Ya, ini untuk mengingatkan supaya menjadi manusia jangan sombong, banyak berdoa minta selamat, karena semua itu kan misteri, kehendak yang kuasa," katanya.
(umi/ken)


Berita Terkait