RSI Koestati Solo Terima Pasien

Depkes Jamin Bayar Askeskin

RSI Koestati Solo Terima Pasien

- detikNews
Rabu, 06 Feb 2008 16:43 WIB
Jakarta - RS Islam Koestasi akhirnya memutuskan kembali menerima pasien Askeskin. RS tersebut sempat 20 hari menolak pasien Askeskin karena ketidakjelasan klaim dan banyaknya tunggakan yang belum dibayarkan.

RSI Koestati merupakan salah satu dari tujuh rumah sakit di Solo yang melayani pasien pemegang Askeskin.

Ketua Tim Pengendali RSI Koestati, dr Meilani Rusgi, membenarkan bahwa sejak 17 Januari lalu pihaknya memutuskan tidak menerima rawat inap untuk pasien pemegang Askeskin. Hal itu dikarenakan pihak PT Askes mengeluarkan pernyataan bahwa sejak Januari 2008 tidak melakukan verifikasi pasien Askeskin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun terhitung sejak hari ini kami kembali menerima pasien dengan Askeskin karena telah mendapatkan kejelasan. Hari ini kami menerima Surat Edaran dari Dirjen Bina Pelayanan Medik Depkes yang menjelaskan tentang hal tersebut," ujar Meilani saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (6/2/2008).

Isi Surat Edaran tersebut adalah mewajibkan RS memberikan pelayanan   kesehatan bagi masyarakat miskin dengan jaminan pembayaran oleh Depkes. Terhitung sejak Januari 2008, tagihan RS dalam Askeskin tidak lagi diklaimkan ke PT Askes, namun langsung ke Depkes.

Poin selanjutnya petunjuk pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat miskin akan segera disampaikan oleh pihak Depkes kepada pihak RS. Selain itu RS juga diharuskan segera membuka rekening atas nama rumah sakit yang bersangkutan di bank yang akan ditentukan oleh Depkes.

Surat tersebut diterima RSI Kustati melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta yang ditujukan kepada tujuh RS di Solo yang selama ini melayani pasien Askeskin. Tujuh RS itu adalah RS Kasih Ibu, RS Panti Waluyo, RS Dr Moewardi, RSI Koestati, RS PKU Muhammadiyah, RS Slamet Riyadi dan RSUD Surakarta.

Meilani juga menjelaskan masih ada tagihan pelayanan Askeskin yang belum dibayarkan kepada RSI Koestati. Tagihan sebesar Rp 336 juta itu adalah biaya pelayanan pasien miskin dari bulan Juli hingga Desember 2007.

"Kami sudah mengklaimkan kepada PT Askes. Namun sampai sekarang belum dibayar," ujarnya.

Sementara Wakil Direktur Bidang Keuangan RS PKU Muhammadiyah Solo, dr Suradi, mengaku bahwa selama ini memang sering terjadi keterlambatan pembayaran klaim. Namun dia meyakinkan keterlambatan itu tidak mengganggu pelayanan rumah sakitnya bagi masyarakat kurang mampu.

"Program Askeskin itu selaras dan analog dengan program santunan kaum dhuafa yang telah lebih dulu dicanangkan oleh rumah sakit kami. Dengan demikian maka kami tidak ada persoalan karena memang kami telah terbiasa memberikan pelayanan sosial sejauh ada tempat untuk perawatan," ujarnya. (mbr/mly)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads