Pihak RSCM menegaskan, mereka sebetulnya tidak pernah meminta jaminan kepada pasien gawat darurat. Jika terbukti ada petugas yang memungut uang jaminan, manajemen tidak segan-segan bertindak.
"Sampaikan ke masyarakat, kita tidak pernah minta jaminan apa pun untuk pasien gawat darurat," kata Dirut RSCM Akmal Taher, di Depkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada seperti itu, tolong kasih tahu ke saya supaya bisa kita tindak lanjuti," imbuh dia.
Akmal menjelaskan, kadang-kadang keterlambatan pelayanan bukan hanya karena masalah keuangan. Bahkan bisa juga akibat salah persepsi.
"Bisa kesalahan kita yang tidak berkomunikasi baik dengan pasien, sehingga dia nggak tahu dan mesti menunggu," pungkas dia. (mly/sss)











































