Murid SD Dipecat Dapat Bantuan, Sang Ibu Menangis

Murid SD Dipecat Dapat Bantuan, Sang Ibu Menangis

- detikNews
Rabu, 06 Feb 2008 16:17 WIB
Pekanbaru - Derai air mata tak terbendung dari kedua kelopak mata Hilda Wati. Dia terharu saat 2 anaknya yang dipecat dari sekolah mendapat bantuan. Meski uang yang diberikan hanya untuk ongkos memenuhi panggilan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Pekanbaru.
 
Ongkos jalan itu diberikan sejumlah wartawan menjenguk 2 bocah kena pecat pihak SD Negeri 003 Pekanbaru itu. Mereka dipecat lantaran orang tuanya belum melunasi dana pungli yang tersisa Rp 750 ribu. Kedua murid itu adalah Tiara yang masih kelas 4 dan Haikal yang duduk di kelas 2, buah hati pasangan Panut (35) dan Hilda Wati (34).

Rabu (6/2/2008) siang, dua bocah ini tinggal di rumah ditemani sang ibu. Sedangkan sang ayah tengah mengojek sejak pukul 03.00 WIB untuk memenuhi nafkah mereka.
 
"Maaf pak, kami baru selesai mandi, karena tadi pagi diberitahu disuruh melaporkan
kasus anak saya ke komisi perlindungan anak," ujar Hilda membuka cerita kepada
wartawan yang datang ke rumah petak 4 pintu itu.
 
Hilda menuturkan, sejak kedua anaknya dikeluarkan dari sekolah, masalah ini sudah dia sampaikan ke DPRD Kota Pekanbaru. Dia berharap, wakil rakyat dapat menyelesaikan nasib anaknya yang kini putus sekolah hanya kerena tidak mampu membayar dana pungli.
 
"Jangakan untuk membayar sisa dana pungli Rp 750 ribu itu, untuk ongkos saya ke
kantor DPRD Pekanbaru kemarin saja, saya dibantu dengan tetangga. Dan sekarang saya mau lapor ke Komisi Perlindungan Anak juga tak punya ongkos," tutur dia dengan mata berka-kaca.
 
Usai wawancara, salah satu wartawan dengan spontan menyalami Wilda sambil menyelipkan beberapa lembar pecahaan Rp 50 ribu. Sontak Wilda menutup mukanya dengan kedua tangannya. Dia tak sanggup berucap sepatah kata pun.

Hanya Tiara dan Haikal yang berujar bersamaan, "Makasih banyak ya Om."
 
Kedua bocah itu lantas meminta bantuan kepada wartawan untuk mencarikan sekolah baru. "Om, carikan tempat sekolah kami ya. Kami nggak mau lagi sekolah di situ," pinta Tiara dengan polosnya.
(cha/nvt)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads