Kepsek Pecat Murid: Bukan Pungli, Tapi Uang Terima Kasih

Kepsek Pecat Murid: Bukan Pungli, Tapi Uang Terima Kasih

- detikNews
Rabu, 06 Feb 2008 15:54 WIB
Pekanbaru - Permintaan uang pungli pada siswa baru dibantah Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri 003 Pekanbaru. Dia berkilah, dana yang dipungut dari wali murid hanya uang ucapan terima kasih.
Β 
Kepsek SD 003 Pekanbaru Zulkfli dengan santai menyebut sekolah yang dia pimpin tidak pernah menerapkan uang pungli pada calon siswa baru maupun siswa pindahan. Tapi pihak sekolah tidak menolak bila diberi uang ucapan terima kasih dari wali muridnya.
Β 
"Dalam kasus ini, kami tidak pernah memecat kedua murid itu. Tapi justru orangtuanya yang meminta kedua anaknya dipindahkan ke sekolah lain," Kata Zulkifli saat ditemui detikcom di ruang kerjanya, Jl Inpres Pekanbaru.
Β 
Dengan nada gemetar, Zul menyebut bahwa dia tidak pernah menerapkan dana pembangunan WC sebesar Rp 1 juta kepada kedua muridnya yang bernama Tiara kelas IV dan Haikal kelas II SD. Kakak beradik itu baru saja pindah dari SD Negeri di Tanjung Pinang, Provinsi Kepri pada Oktober 2007 lalu.
Β 
"Dana Rp 1 juta itu justru orangtuanya sendiri yang berjanji akan memberikan kepada kami sebagai uang terima kasih, karena anaknya kami terima di sekolah ini. Dia baru membayar Rp 250 ribu," lanjut Zul yang menganggap uang terima kasih bukan bagian dari bentuk korupsi.
Β 
Soal penerapan dana terima kasih dengan dalih pembangunan WC, kata dia, pihaknya juga tidak pernah mematok angka hingga jutaan rupiah. Dana bantuan untuk WC itu merupakan tawaran yang datang dari wali murid yang bernegosiasi dengan salah satu guru di sekolah tersebut.
Β 
"Yang menetapkan angka Rp 1 juta itu wali murid sendiri dengan salah satu guru saya. Uang itu memang diserahkan ke saya, tapi ya itu cuma Rp 250 ribu. Uang itu masih saya simpan. Sekali lagi itu bukan untuk bangunan WC tapi uang terima kasih," tegasnya.
Β 
Kepala sekolah yang disebut-sebut orang dekat Walikota Pekanbaru Herman Abdullah ini juga membantah bila dirinya memaksa wali murid untuk menekan surat permohonan pindah sekolah.
Β 
"Kok malah saya yang dituding memecat. Padahal ibunya sendiri yang datang ke sekolah ini sambil marah-marah minta anaknya dipindahkan. Ya makanya surat permohonan pindah itu saya berikan kepada mereka. Ibunya yang minta pindah sendiri, kok malah saya yang disalahkan," keluh Zul. (cha/nvt)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads