"Surat yang kami kirim ke PT Askes baru hari Senin dijawab, mereka masih mau bersama atau tidak," kata Dirjen Bina Pelayanan Medik Depkes Dr Farid W Husain dalam jumpa pers di Depkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2008).
Menurut Farid, penyaluran dana saat ini langsung dari kantor kas perbendaharaan negara (KPPN) Departemen Keuangan ke RS, melalui bank yang ditunjuk. Tidak seperti kerjasama sebelumnya.
"Dulu PT Askes yang bayar. Sekarang tidak, tapi nanti kita perintahkan KPPN yang bayar," imbuh dia.
Mengenai tagihan Askes tahun 2007, lanjut Farid, akan dilakukan penghitungan secara menyeluruh. Jika ada kesalahan, tentu akan dicari pihak yang bersalah.
Lalu alokasi total anggaran APBN untuk Askeskin sebesar Rp 4,6 triliun apa untuk menutup tagihan 2007? "Rp 4,6 triliun itu betul-betul untuk Askes 2008," jawab dia.
"Setelah dihitung semua, kita carikan uang untuk bayar. Sekarang tutup dulu dan menghitung totalnya berapa," ujar dia.
Tim Verifikasi
Depkes juga akan membentuk tim verifikasi independen di setiap rumah sakit yang melayani masyarakat miskin. Tim verifikasi ini secara berkala akan diaudit aparat pengawas internal (BPKP atau inspektorat jenderal Depkes) maupun aparat pengawas eksternal (BPK).
"Tim verifikasi ini akan diusulkan dinas kesehatan kabupaten/kota, kemudian diangkat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi atas nama Menkes," imbuh dia.
(mly/sss)











































