Hantu-hantu itu adalah bagian dari mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Indonesia (SMI).
Sekitar 100 aktivis SMI pukul 13.30 WIB berdemo di depan Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Rabu (6/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spanduk itu bertuliskan "Stop politisasi BLBI, berikan kepastian, mendesak Hendarman Supandji menuntaskan hasil pemeriksaan BLBI, tangkap dan adili obligor nakal, baik di dalam maupun di luar negeri, dan jangan jadikan skandal BLBI sebagai ATM berjalan pemilu 2009". Di spanduk itu juga dipasang foto Hendarman yang disilang merah.
Mereka juga menggelar aksi teatrikal. Dua orang di antara mereka dengan menggunakan kostum putih-putih dan berwajah putih akibat polesan bedak berjalan berputar-putar dan terseok-seok.
Mereka inilah hantu yang digambarkan sebagai hantu. Pendemo lainnya berteriak-teriak, "Kejaksaan banyak hantunya!"
Hantu-hantu ini menyeret tali yang diikatkan pada 3 kotak yang bertuliskan "Korupsi nengaraku, bangsaku". Dengan tertatih-tatih, mereka menyeret kotak itu.
Ada juga seorang mahasiswa bertelanjang dada mengenakan dasi merah dan berpeci. Bagian tubuhnya dililit tali. Dia terus menghindari pasasan dengan dua hantu itu.
Usai beraksi, mereka berorasi dengan menyebut gedung Kejagung sebagai kebun binatang. "Mereka ikut menikmati hasil korupsi," kata sang orator sambil menunjuk Gedung Kejagung.
Mereka juga menyanyikan lagu Mana di Mana. "Mana di mana sarangnya korupsi, sarangnya korupsi ada di dalam sana," teriak mereka.
Aksi demo ini tidak membuat macet lalu lintas di jalan tersebut. Aksi berjalan tertib dengan penjagaan 30 aparat keamanan. (umi/sss)











































