Bukti Kasus Penyerangan di Dlingo Dikumpulkan Polres Bantul

Bukti Kasus Penyerangan di Dlingo Dikumpulkan Polres Bantul

- detikNews
Rabu, 06 Feb 2008 13:18 WIB
Yogyakarta - Aparat Kepolisian Resort (Polres) Bantul akan menyelidiki kasus penyerangan peserta Pelatihan dan Konsolidasi Mahasiswa dan Pemuda Nasional di Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo yang terjadi pukul 14.00 WIB, Selasa 5 Februari 2008.

Hingga Rabu (6/2/2008), polisi belum melakukan pemeriksaan dan penahanan terhadap para pelaku.

Hal itu diungkapkan Kapolres Bantul AKBP Yusmanjaya saat menjawab pertanyaan wartawan disela-sela acara dialog Pelajar da Mahasiswa se DIY di Gedung Radyo Suyoso, Kompleks Kantor Gubernur DIY di Kepatihan, Rabu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua masih kita selidiki dulu. Apa yang menjadi masalah dari kasus penyerangan kemarin. Kita sampai sekarang masih mengumpulkan bukti dan keterangan," kata Yusmanjaya.

Dia mengatakan, sebetulnya polisi sudah menduga bakal terjadi rusuh karena kelompok kegiatan tersebut ada yang menentang. Pihaknya juga sudah mengambil beberapa langkah-langkah antisipasi sehingga kemungkinan jatuh korban dan bentrok fisik dapat dihindari.

"Tidak ada korban dan mereka juga bisa kita amankan dan evakuasi," ungkap Yusmanjaya.

Ketika ditanya apakah aparat akan melakukan tindakan terhadap massa Front Anti Komunis Indonesia (FAKI) yang melakukan pengrusakan, dia mengatakan sampai sekarang aparat masih mengumpulkan keterangan dan saksi. Namun belum ada satu pun yang ditahan atau diperiksa.

"Kita lihat dulu perkembangannya. Semua masih kita selidiki termasuk proposal kegiatan yang semula akan dilakukan di Kaliurang Sleman kemudian dipindah ke Mangunan, Dlingo itu," katanya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, kasus penyerangan itu
mengakibatkan salah seorang panitia Agus Bintoro mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengalami luka di bagian muka akibat dipukul dan disekap massa FAKI.

Kelompok yang menggelar pertemuan ini dituduh berhaluan kiri/komunis. Beberapa tenda, spanduk dan poster yang ada di lokasi juga dirusak.

(bgs/umi)


Berita Terkait