"Jika permasalahan tersebut tidak segera diatasi, akan terjadi akumulasi kerusakan. Itu berdampak terhadap kemampuan operasional satuan TNI Angkatan Laut," ujar KSAL Laksama TNI Sumardjono dalam raker dengan Komisi I di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2/2008).
Menurut KSAL, keterbatasan alokasi anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah belum memenuhi kebutuhan tingkat minimum essensial cost.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KSAL menggambarkan, kekuatan alutsista TNI saat ini, yaitu KRI berjumlah 143 kapal dengan pengelompokan Striking Force 18 kapal. Namun yang siap beroperasi karena umur sudah tua, yakni hanya 11 kapal. Patroling Force 63 kapal dan yang siap beroperasi 56 kapal. Sedangkan supporting force 62 kapal, namun yang siap beroperasi 32 kapal.
Untuk pesawat udara berjumlah 68 buah dengan perincian pesawat udara sayap tetap 49 unit. Namun yang siap beroperasi 40 unit. Pesawat udara sayap putar 19 unit, namun yang siap beroperasi 19 unit.
Marinir dilengkapi kendaraan tempur sebayak 410 unit, namun yang siap beroperasi 308 unit.
Sedangkan dari sisi personel, AL berjumlah 70.931 personel. Mereka terdiri dari militer sebanyak 62.438 personel dan PNS sebanyak 834 personel.
Menanggapi ini, anggota DPR dari FPKS Almuzammil Yusuf menyatakan, perlu didukung peremajaan terhadap alutsista yang dianggap tidak layak.
"Sebab anggaran TNI AL 2008 baru mendapat 15 persen. Sementara 49 persennya untuk belanja negara," ujar Almuzammil.
(nik/sss)











































