"Pokoknya kita akan terus mengembangkan kasus ini," kata Kapolda Bali Irjen Pol Paulus Purwoko di Mapolda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Rabu (6/2/2008).
Menurut dia, model ledakan sama dengan bentuk kriminalitas seperti perampokan yang dilakukan oleh preman di Jember, Jawa Timur. Biasanya mercon digunakan untuk melukai korban. Setelah dilumpuhkan, barang milik korban dirampas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purwoko mengatakan, 11 saksi telah diperiksa dalam kasus itu. Saksi tersebut antara lain satpam, orang yang pulang ke rumah pada malam hari saat kejadian, dan penghuni kos-kosan di sekitar tempat kejadian perkara.
"Kita akan terus memburu para pelaku. Kita akan telusuri beberapa pihak seperti relasi atau karyawan dari korban," kata Purwoko.
Ledakan terjadi di sebuah gudang mobil milik pengusaha persewaan mobil, Ida Bagus Dirga, di Jalan Gatot Subroto, Denpasar pada Selasa 5 Februari 2008 pukul 00.15 Wita. Dua mobil milik Dirga rusak yakni Mitsubishi L 300 berwarna putih. Mobil pertama bernomor polisi DK 1116 BS mengalami kerusakan pada kaca belakang dan ban kirinya kempes. Sementara mobil kedua, tiga bannya pecah. (aan/sss)











































