Kegiatan yang digelar di kediaman Dubes AS di Jl Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Rabu (6/2/2008) itu hanyalah simulasi pemilihan dalam Super Tuesday. Jadi orang-orang Indonesia, seperti mahasiswa, akademisi, LSM, maupun wakil pemerintah yang hadir pun bisa mengikutinya.
Simulasi pemilihan dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.00 WIB. Para pemilih diberi kartu berwarna pink ukuran sekitar 10x15 cm. Satu sisi kertas berisi daftar nama capres dari Demokrat, sedangkan sisi lain capres dari Republik. Calon yang dipilih cukup diberi tanda panah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat surat suara selesai dihitung, Cameron Hume mengumumkan perolehan dari 354 suara yang masuk. Dari Demokrat, Obama mendapat 221 suara. Sedangkan Hillary Clinton mendapat 95 suara. Di kubu Demokrat, McCain mendapat 15 suara, Mitt Romney mendapat 6 suara, dan Mick Huckabee memperoleh 2 suara.
"Sepertinya hari ini pendukung Republik tidak datang ke sini," komentar Hume sambil tertawa.
Disampaikan dia, di AS, memberikan suara dalam pemilu tidak wajib hukumnya. Sehingga setiap orang boleh memilih dan boleh juga tidak.
"Proses menuju pemilihan umum masih 9 bulan sampai 4 November 2008. Super Tuesday menjadi sangat penting karena bisa menentukan siapa kandidat utama capres dari masing-masing partai," sambung Hume.
Isu paling penting yang bergulir selama proses pencalonan kali ini, menurutnya ada 2 hal. Isu itu adalah kebijakan ekonomi dalam negeri serta isu perang Irak.
Ketika ditanya siapa calon kandidat yang tengah memimpin perolehan suara, Hume menjawab santai. "Kita nonton TV saja," katanya.
Bagaimana dengan Indonesia yang sepertinya lebih memperhatikan Obama? "Kita kan sedang pencoblosan. Lihat saja hasilnya nanti," ujar Hume. (nvt/sss)











































