Modus Ban Kempes Nyaris Membuat Laptop Anthi Melayang

Modus Ban Kempes Nyaris Membuat Laptop Anthi Melayang

- detikNews
Rabu, 06 Feb 2008 11:41 WIB
Jakarta - Uang kadang membuat orang gelap mata. Menipu dan merampok pengendara mobil di jalanan kerap dilakukan. Seperti yang dialami Anthi, laptop-nya nyaris melayang akibat modus ban kempes.

Pengalaman ini dituturkan Anthi, warga Bintaro, Jakarta Selatan, dalam surat elektronik yang dikirim kepada detikcom Rabu (6/2/2008).

"Saya punya pengalaman nyaris dirampok dengan modus ban kempes. Saat itu saya pulang dari kantor di Gatot Soebroto jam 4 sore (karena bulan puasa) menuju rumah," tulis Anthi mengawali cerita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti biasa, dia mengendarai mobilnya melewati Jalan Pasar Minggu, lalu memotong lewat Kalibata Selatan, dan keluar di Buncit Raya.

Tidak lama, di turunan depan Showroom Isuzu Buncit Raya, mobilnya didekati pengendara sepeda motor yang memberi tahu, ban mobilnya kempes. Perempuan itu bertanya-tanya, benarkah mobilnya kempes. Sebab Anthi tidak merasa ban mobilnya kempes.

Tak lama, ada pengendara sepeda motor lain yang juga memberi tahu kalau ban mobil dia kempes, bahkan sampai mengetuk kaca mobil sebanyak dua kali. Akhirnya Anthi pun meminggirkan kendaraannya.

Meski demikian, dia tidak lantas menghentikan mobil, Anthi terus mengemudi dengan maksud mencari tempat tambal ban. Dia pun tiba di tempat  dengan papan bertuliskan 'Tambal ban'.

"Saya bertanya apakah bisa tambal tubeless. Orang yang yang saya tanya berkata, ibu silakan tunggu ke depan sedikit," imbuhnya.

Anthi pun menunggu tepat di depan showroom ban mobil yang sudah tutup tokonya. Perempuan itu sama sekali tidak keluar mobil untuk mengecek. "Karena saya pikir posisi mobil saya belum benar untuk tambal ban.  Ketika saya menunggu orang yang akan bantu, ada bapak sudah tua naik motor memperingatkan saya kalau ban belakang kanan saya kempes. Saya hanya membuka jendela dan berkata, iya pak saya tahu," tuturnya.

Anthi tak juga turun dari mobilnya, dan lebih memilih menunggu orang yang akan membantunya. Dia heran karena banyak sepeda motor di sekeliling mobilnya. "Mungkin ada 3-4 motor dan saya sama sekali tidak mencurigai kalau saya sebenarnya sedang dijebak," lanjutnya.

Tak lama kemudian orang yang akan membantu memompa ban mobilnya menghampiri. Saat itu, tiba-tiba sepeda motor di sekelilingnya menghilang. Orang itu mengatakan, kalau mau tambal ban harus pergi jalan ke depan dan masuk jalan kecil. Pria itu malah menawarkan bantuan untuk membawakan mobil.

"Saya bilang tidak, karena saya masih bisa setir mobil saya sendiri. Tapi kemudian dia berkata kalau sebenarnya ban mobil saya tidak kempes, hanya parkir posisi mobil saya yang miring, ban mobil tampak kempes. Dari situlah saya baru sadar kalau saya sebenarnya mau dirampok," sambung Anthi.

Saat itu, tasnya ada di samping kursi sopir. Di dalam mobil juga ada laptop kantor yang kebetulan sedang dibawanya. "Saya tetap tidak mau turun dan orang yang mau bantu saya masih bicara dengan saya dan berusaha meyakinkan saya kalau dia orang baik-baik. Saya turun sebentar lihat mobil ban saya. Saya menunggu diam di sana sekitar 5 menit, karena terus terang setelah itu saya jadi sangat panik, takut masih diikuti," katanya.

Setelah itu, barulah dia melanjutkan perjalanan dalam keadaan masih panik. Setelah masuk Tol TB Simatupang, barulah Anthi merasa aman.

"Tapi sejujurnya sepanjang jalan pulang orang yang berniat bantu saya membuat saya curiga, karena dia begitu baik mau membawa mobil saya ke tempat tambal ban yang harus masuk jalan kecil. Dan kenapa dia harus membiarkan saya menunggu lama sampai dikelilingi motor," kisahnya.

Anthi bersyukur karena dia tidak turun saat beberapa sepeda motor mengelilingi mobilnya. "Karena kejadian itu satu bulan lamanya saya tidak lewat lagi jalan potong Kalibata Selatan dan Buncit Raya pulang ke rumah," imbuhnya.

Atas peristiwa yang nyatis membuatnya kehilangan barang berharga, Anthi kini lebih berhati-hati. Dia pun memberikan tips. Bila ada yang memberi tahu ban mobil kempes, sebaiknya mencari tempat yang ramai untuk berhenti dan mengecek keadaan mobil. Saat berjalan, perhatikan pula tempat di mana tukang tambal ban berada. Jangan lupa mengunci mobil saat turun untuk mengecek kondisi ban.

"Simpan tas maupun laptop di bawah kursi atau tidak terlihat dari luar mobil," pesannya. (nvt/ana)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads