Salah satu pengguna jasa KRL adalah Yuli. Warga Jatinegara Baru, Jakarta Timur ini sehari-hari selalu menggunakan KRL ekonomi untuk mencapai Pasar Senen. Penyemprotan air warna menurutnya adalah ide yang sangat bagus.
"Soalnya saya sering mendapati yang naik di atap gerbong terkena kecelakaan," ujarnya kepada detikcom, Rabu (6/2/2008) di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.
Hal yang sama disampaikan Wawan, penumpang KRL jurusan Kota-Bogor. "Itu harus ditertibkan, soalnya banyak kriminal. Habis nyopet, biasanya langsung pada ke atas. Jadi kan sekalian mengurangi tindak kriminal," katanya.
Dalam komentar-komentar yang dikirimkan pembaca detikcom, sebagian besar juga menyuarakan setuju atas ide semprot tersebut. Seperti yang disampaikan Kleine. "Baguuuuuuusss... Siram aja tuh orang-orang yang di atas atap. Biar ketahuan mana yang demen naik KA gratisan," tulisnya.
Pembaca dengan nickname Penumpangkrl juga memberi komentar senada. "Saya setuju dengan ide semprot air bagi penumpang di atas gerbong KA. Selain air, bisa juga digunakan oli bekas kapal yang dioleskan pada atap gerbong, sehingga penumpang kalo sudah tahu itu oli pasti tidak akan naik lagi," katanya.
"Memang harus kontinyu, paling tidak seminggu sekali diolesi kembali. Tapi akibatnya kereta jadi kelihatan jelek. Namun toh lebih baik jelek daripada atap gerbong penuh penumpang liar. Malu terhadap negara lain," pungkas Penumpangkrl. (nvt/sss)











































