Naik Atap KRL? Awas Disemprot Air Berwarna!

Naik Atap KRL? Awas Disemprot Air Berwarna!

- detikNews
Rabu, 06 Feb 2008 06:06 WIB
Jakarta - Tak dapat dipungkiri, KRL adalah moda transportasi favorit warga yang tinggal di Jabodetabek. Tiap waktu berangkat dan pulang kerja, ratusan ribu, bahkan jutaan orang memadati setiap gerbong KRL Jabodetabek.

Tarif terjangkau dan hemat waktu mungkin salah satu alasan di antara sebab kenapa KRL begitu digemari warga Jabodetabek. Bahkan saking antusiasnya, penumpang juga memadati ruang kontrol kereta dan atap gerbong.

Nah, untuk yang terakhir ini sangatlah membahayakan. Sudah banyak korban berjatuhan akibat penumpang 'nakal' yang memaksa naik di atap gerbong KRL. Ada yang terjatuh dan ada yang tersengat listrik tegangan KRL.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbagai macam alasan dikemukakan komunitas 'atap gerbong', mulai dari keterbatasan kapasitas gerbong hingga suasana yang lebih nyaman karena tidak harus berdesak-desakan di dalam gerbong. Namun, tetap saja atap gerbong bukanlah tempat yang aman bagi penumpang.

PT KA Daops I selaku operator transportasi KRL sudah berkali-kali mengingatkan pada penumpang betapa berbahayanya naik di atap gerong. Sikap pencegahan sudah pernah dilakukan dengan cara memasang kawat berduri di atas gerbong. Tetapi, usaha itu tidak efektif karena penumpang masih saja ada yang 'bertengger' di sana.

Mulai hari ini, Rabu (6/2/2008), PT KA mencoba strategi baru dengan cara menyemprot siapa saja yang nekat naik di atas gerbong dengan cairan berwarna. Itu akan dilakukan setiap hari.

"Untuk pertama kita uji coba di Stasiun Manggarai. Nantinya akan kita lakukan di Stasiun Manggarai, Bekasi, Jatinegara, Serpong dan akan dilakukan tiap hari," kata Kahumas Daops I PT KA Akhmad Sujadi saat dihubungi detikcom.

Terobosan baru ini diperkirakan bakal menuai pro-kontra. Apa jadinya, jika seseorang mau berangkat kerja tiba-tiba bajunya basah dengan cairan berwarna ? Apakah tidak ada solusi lain?

Bagaimana pendapat anda tentang masalah ini? Silakan beri saran dan pandangan dalam kolom komentar di bawah ini. Tentunya dengan bahasa yang baik dan sopan lho. (gah/irw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads