Peneliti dari Universitas Newcastle menggunakan 10 embrio yang tidak sesuai untuk in vitro fertilisation (IVF), dan mengganti sel mitokondria yang rusak dari induk dengan sel sehat dari donor perempuan.
Penelitian yang revolusioner itu sudah dipublikasikan di parlemen atas House of Lords. Tapi kesuksesannya belum sampai tertulis di jurnal ilmiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penelitian bertujuan untuk menangkal dan mencegah sesuatu yang jarang tapi bisa menyebabkan gangguan parah pada sistem saraf dan otot," kata ahli neurogenetik dari Universitas Newcastle, profesor Patrick Chinnery seperti dilansir AFP, Rabu (6/2/2008).
"Dalam beberapa kasus, masalahnya tidak tersembuhkan dan fatal. Maksud (penelitian) untuk mencari cara pencegahan agar penyakit serupa tidak diwariskan pada keturunannya," lanjut Chinnery.
Dalam waktu 5 sampai 10 tahun, transplantasi mitokondria yang sehat dapat dilakukan hanya hitungan hari pada IVF yang rutin. Chinnery mengatakan, bayi yang dilahirkan hanya mewarisi karakteristik ibu dan bapaknya, sementara transplantasi donor tidak bakal berpengaruh pada fisik atau kepribadiannya.
(gah/irw)











































