"Presiden telah mengatakan AS akan melanjutkan kebijakan kita dan sedang mempertimbangkan tindakan tambahan kalau junta Than Shwe tidak menghentikan penindasan brutal pada masyarakat Myanmar," kata pejabat Gedung Putih seperti dirilis AFP, Rabu (6/2/2008).
Departemen Perbendaharaan AS menyatakan target sanksi adalah jaringan keuangan rezim militer Myanmar beserta tangan kanannya, Tay Za. Tay Za ditengarai mempunyai bisnis senjata dan dekat dengan junta militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negeri Paman Sam 'menghukum' Myanmar sejak insiden berdarah September 2007. Saat itu pemerintah junta membubarkan paksa demonstran anti-pemerintah yang mengakibatkan puluhan orang, termasuk biksu, tewas.
"Presiden Bush dengan jelas menegaskan akan terus melanjutkan aksinya terhadap junta militer Myanmar selama pelanggaran HAM berlangsung dan demokrasi dikekang," tambah Szubin.
Gedung Putih juga mengecam penahanan terhadap Aung San Suu Kyi. Suu Kyi adalah simbol demokrasi yang dikenakan tahanan rumah oleh junta militer Myanmar.
(gah/irw)
