Adalah Mohammad Sayuti atau Ahmad Sayuti si pengarang dua buku itu. Buku pertama berjudul "Kelalaian para pemuka agama dalam memahami kitab-kitab peninggalan nabi-nabi rasul allah (taurat, injil, dan Al-Quran) dengan segala akibatnya". Sementara buku kedua berjudul "Mungkinkah Tuhan Murka".
Wakil Ketua Persis Jabar Rahmat Nadjieb mengatakan kedua buku tersebut telah memutarbalikkan fakta dan kebenaran. "Berdasarkan penelitian dan investigasi kami pada kedua buku ini, Ahmad Sayuti menganggap dirinya sebagai nabi yang diutus Allah dan Nabi Muhammad bukan nabi terakhir," jelasnya saat jumpa pers di Kantor DPW Persis, Jl Pungkur, Selasa (5/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyimpangan lain yang dikemukakan Sayuti dalam bukunya, lanjut Rahmat, mengganti bacaan salat kecuali surat Al Fatihah. "Dia juga menganggap tafsir Alquran selama ini hanya kebohongan belaka dan kitab hadis Bukhori hanya kitab bohong yang isinya bukan perkataan Nabi Muhammad," katanya.
(ern/gah)











































