SBY Masih Mantap, Tutut Belum Bisa Jadi Alternatif

SBY Masih Mantap, Tutut Belum Bisa Jadi Alternatif

- detikNews
Selasa, 05 Feb 2008 17:45 WIB
Jakarta - Wafatnya mantan Presiden Soeharto dijadikan momen untuk mendongkrak kembali popularitas Siti Hardiyanti Rukmana alias Tutut. Namun di tengah wacana pemimpin alternatif 2009, Tutut ternyata belum punya gigi.

Hal ini terungkap dalam survei Kecenderungan Sentimen Ekonomi Politik 2008 yang dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada Selasa (5/2/2008). Survei dilakukan 24-31 Januari 2008 terhadap 1.200 orang. Data lalu dibandingkan dengan data 4 tahun terakhir.

"Tutut adalah putri Pak Harto yang paling banyak berkiprah dalam politik. Tapi untuk sementara, opini tentang warisin politik Pak Harto tidak punya dasar," kata Direktur Eksekutif LSI Saiful Mujani dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (5/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Responden ditanyakan jika pemilu dilakukan hari ini, siapa dari 20 tokoh yang akan dipilih. Survei menunjukan pada Juli 2007 peluangnya hanya 0,1 persen, pada Oktober 2007 0,4 persen, dan pada Januari 2008 Tutut hanya dipilih 1 persen masyarakat saja.

"Tutut, untuk sementara, belum bisa menjadi alternatif," lanjut Saiful.

Sementara survei yang sama menunjukan SBY masih menjadi pemimpin paling populer dengan 34 persen. Megawati menyusul dengan 24 persen, lalu ada Sultan Hamengkubuwono X (7 persen), Wiranto (4 persen), Amien Rais (3 persen), Sutiyoso dan Wapres Jusuf Kalla yang berbagi nilai imbang (2 persen).

"SBY memang masih yang paling kuat, tapi dukungan sementara terhadapnya cenderung merosot bila pilihan semakin terbuka dengan calon semakin banyak," imbuh Saiful.

Wiranto dan Sutiyoso yang juga diharapkan menjadi alternatif pilihan dalam pemilu 2009, belum bisa menggeliat. LSI malah secara khusus menyoroti Sultan. Sultan adalah tokoh alternatif yang cukup diperhatikan warga walau hanya meraih 7 persen. SBY juga hanya memiliki popularitas 7 persen sekitar satu tahun menjelang Pemilu 2004.

"Bila SBY gagal dan ada momentum politik tertentu, Sultan mungkin menjadi figur potensial menang dalam Pemilu 2009," pungkasnya. (fay/umi)


Berita Terkait