Selain harganya yang dianggap selangit, warga mengeluhkan pengurusannya yang berbelit-belit. Akhirnya warga terjebak ulah calo SIM yang berkeliaran di Poltababes Pekanbaru.
Indra Surbakti (29), salah seorang warga yang ditemui detikcom, Selasa (5/2/2008) mengaku dia baru saja mengurus SIM C dengan biaya Rp 250 ribu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mengurus SIM C kok pakai sertifikat dari belajar sepeda motor. Dan anehnya kita sendiri tidak belajar cara membawa sepeda motor kepada lembaga itu. Intinya lembaga itu hanya jual sertifikat sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan SIM. Ini bener-bener kacau," keluh Indra.
Warga lain yang mengurus SIM di Poltabes Pekanbaru juga mengakui kini banyak sekali lembaga kursus yang berkeliaran untuk menjual sertifikat tanpa belajar. Pihak lembaga kursus sepeda motor itu mengaku mereka memang bekerjasama dengan pihak Poltabes Pekanbaru.
"Kami hanya bertugas menjual sertifikat saja. Harganya yang mematok pimpinan kami, satu sertifikat Rp 100 ribu. Nanti hasilnya kata bos kami dibagi dua ke Poltabes," tutur salah seorang pengurus lembaga belajar sepeda motor yang menolak disebutkan identitasnya.
Kasat Lantas Poltabes Pekanbaru Kompol Ady Wibowo kepada detikcom menegaskan, pihaknya tidak pernah menetapkan biaya SIM C sampai Rp 250 ribu. Harga resmi untuk mengurus SIM C hanya Rp75 ribu, sedangkan perpanjangan Rp 60 ribu. "Kalau ada yang mengaku sampai harga Rp 250 ribu, kami tidak tahu tentang itu," kilahnya.
Tapi dia mengakui pihaknya menetapkan aturan untuk mengurus SIM C, yakni melampirkan surat keterangan belajar sepeda motor. Hal itu sesuai dengan perundangan yang berlaku.
"Soal harganya Rp 100 ribu itu bukan urusan kami, karena yang mengeluarkan adalah pihak ketiga. Termasuk urusan membayar surat keterangan dokter itu bukan urusan polisi," terang Ady.
Tentang kabar yang menyebutkan lembaga belajar sepeda motor menyetorkan penghasilan 50 persen kepada pihak Poltabes, Ady membantahnya.
"Tidak benar kami minta jatah hasil sertifikat itu. Dan kami sekarang sudah melarangย lembaga belajar sepeda motor mangkal di Poltabes. Tidak juga kami melakukan pungli untuk urusan SIM," kata Ady sembari menyebut setiap hari minimal 200 orang mengurus SIM di Pekanbaru. (cha/umi)











































