Demikianlah salah satu happening art para petani yang tergabung dalam Forum Perjuangan Petani Batang di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (5/2/2008).
Celeng yang dibantai dan dibakar bukan hewan betulan, namun hanya replika yang terbuat dari ijuk pohon aren. Ukurannya lumayan besar, panjang hampir 3 meter dan diameter 1,5 meter. Hewan itu disimbolkan sebagai penguasa yang merusak kesejahtaraan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembakaran celeng itu membuat situasi menjadi keruh. Polisi yang pada awalnya hanya berbaris rapi di depan teras kantor gubernur, merangsek mendekati kerumunan pendemo. Karena tak ingin situasi semrawut, mereka memadamkan api dengan semprotan.
Aksi para petani yang menuntut pencabutan Hak Guna Usaha (HGU) sejumlah perusahaan di Batang itu berakhir sekitar pukul 13.00 WIB, setelah Kabag Pemerintahan Pemprov Jateng Suko Mardiono menyampaikan hasil negosiasi dengan perwakilan petani.
"Kami akan meninjau langsung ke lokasi. Semoga saja semua berjalan lancar," kata Suko yang langsung disambut dengan teriakan "hu...".
Meski tidak puas dengan hasil tersebut, para petani akhirnya meninggalkan kantor gubernur dengan tertib. Mereka berjalan menuju truk dan mobil yang diparkir di luar kantor pucuk pimpinan Jateng itu. (try/umi)











































