Informasi dari Syahbandar Jepara, ABK sempat menelepon dengan ponsel dan mengatakan melihat cerobong PLTU. Setelah itu, keberadaan mereka belum diketahui.
"Mungkin baterai ponselnya habis. Jadi mereka tak bisa mengontak lagi," kata Plt Direktur Kepolisian Air (Polair) Polda Jateng, Kompol Dwiyatno melalui telepon, Selasa (5/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nelayan sekitar perairan Jepara dan Rembang tidak menemukan tujuh ABK nahas tersebut. "Kalau diselamatkan, tentu para nelayan melapor. Sampai sekarang, belum ada laporan," jelasnya.
Tim SAR dan petugas gabungan telah menyisir perairan dari Semarang ke Jepara, terutama di wilayah Pulau Panjang dan Mandalika. Fokus pencarian diarahkan ke ABK, karena kapal yang karam dipastikan sulit dicari.
Saat ini, cuaca di sekitar perairan Laut Jawa cukup buruk. Gelombang tinggi dan angin bertiup kencang. Sesuai standar, SAR akan melakukan evakuasi selama 7 hari. Setelah itu dievaluasi, dilanjutkan atau dihentikan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, 7 ABK Sumber Utama adalah Syarif Umar, Abdullah Zurni, Alkadri, Triono, Arifin, Effendy, dan Ari. Sejumlah keluarga ABK datang ke perusahaan pemilik kapal yang beralamat di Pintu IV Pelabuhan Tanjung Mas Semarang menanyakan keberadaan anggota keluarganya. (try/fay)











































