Aksi digelar petani yang tergabung dalam "Forum Perjuangan Petani Batang" di kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/2/2008) sejak pukul 10.45 WIB.
Sebagian besar petani terlihat mengusung memedi sawah setinggi 30 centimeter yang terbuat dari batang-batang padi. Selain itu, replika celeng besar dengan panjang 3x1 meter yang terbuat dari ijuk tampak diusung para petani berputar-putar di kantor gubernur. Demikian pula hasil padi antara lain, jagung, bawang merah, pisang, cabe yang ditaruh di bambu ikut diusung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petani yang mengenakan caping warna coklat ini tampak membawa poster dan spanduk bertuliskan "Tolak perpanjangan HGU PT Pagilaran","Kembalikan tanah moyang kami yang dirampas PTPN", dan "Land Reform untuk rakyat."
"HGU yang dimiliki UGM telah habis Desember 2007. Tetapi diam-diam diperpanjang hingga masyarakat kehilangan hak untuk mengelola tanah itu," kata koordinator aksi, Muhammad Asari.
Petani terima perwakilan dari Pemprov Jawa Tengah dan tengah bernegosiasi. Aksi ini dijaga 150 personel dari Polwiltabes Semarang. (aan/nrl)











































