Begitu pula dengan Hillary yang wajahnya terlihat capek dan suaranya serak akibat aktivitas nonstop yang harus dilakukannya. Bahkan mantan ibu negara AS itu sempat menitikkan air mata dalam salah satu kunjungannya.
Dalam kunjungan ke Universitas Yale di Connecticut, mata Hillary berair ketika mengawali pidatonya dengan mengenang masa-masa dirinya menempuh studi hukum di kampus tersebut pada tahun 1970-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Momen emosional Hillary itu mengingatkan kembali akan kejadian serupa sebelum pemilihan pendahuluan di New Hampshire beberapa waktu lalu. Saat itu, dengan mata Hillary berkaca-kaca dan suara bergetar menahan tangis, Senator New York itu menjawab pertanyaan audiens.
Sedangkan Obama, meski terlihat sedikit lelah, namun Senator Illinois itu tetap bersemangat. "Kita tak bisa menunggu untuk membawa perubahan bagi Amerika," seru pria berusia 46 tahun itu saat berkampanye di New Jersey.
"Jika kalian mendukung saya New Jersey, jika kalian memilih saya... kita tidak hanya akan menang di New Jersey, kita akan menang di seluruh penjuru negara ini pada Selasa," kata Obama berapi-api.
Dalam beberapa polling nasional terbaru, perolehan suara Hillary dan Obama terus bersaing ketat. Sejumlah polling memperlihatkan Hillary menang tipis atas Obama. Namun karena masih banyaknya pemilih yang belum memutuskan, terlalu dini untuk menduga-duga siapa yang akan keluar sebagai pemenang dan maju ke pemilihan presiden AS pada November 2008 mendatang. (ita/nrl)











































