Hujan deras yang mengguyur Solo dan sekitarnya sejak Senin 4 Februari 2008 sore hingga malam, mengakibatkan ketinggian air Bengawan Solo kembali meningkat.
Tanggul Plalan yang sedang diperbaiki akibat jebol pada banjir akhir Desember lalu, kembali dipenuhi air, sehingga air kembali menggenangi pemukiman.
Lokasi yang tergenang sejak Senin malam adalah Kalurahan Jagalan, Sewu, Pucangsawit, Joyontakan, Jornasan dan Sangkrah.
Genangan air di Jagalan mencapai ketinggian tidak kurang dari 1 meter dan menggenangi rumah-rumah penduduk.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk seperti yang terjadi pada akhir Desember lalu, puluhan warga memutuskan untuk mengungsi di tempat-tempat yang masih aman dari genangan air.
Misalnya warga Jagalan yang memutuskan mengungsi di kantor kelurahan. Sedangkan warga Sewu masih bertahan mengungsi di rumah warga lainnya yang lokasinya cukup tinggi.
Wakil Walikota Surakarta, Hadi Rudyatmo, yang sedang berada di tanggul Plalan untuk memantau kondisi tanggul, memaparkan salah satu prioritas dilakukan Pemkot Surakarta adalah suplai logistik bagi korban yang terpaksa meninggalkan rumah karena banjir tersebut.
"Sejak kemarin sore, ketika hujan deras turun, warga sudah khawatir luapan Bengawan. Semalam hujan terus mengguyur dan air makin meninggi, warga sudah bersiap kondisi terburuk. Meskipun belum sebesar banjir bulan kemarin, namun kami perlu mengantisipasi kemungkinan terburuknya," ujar Rudy, Selasa (5/2/2008).
Sejak Selasa dinihari hingga pagi ini, cuaca di Solo mendung tebal sesekali terjadi gerimis dan hujan ringan di beberapa tempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai saat ini ketinggian air belum mengkhawatirkan jika dibanding banjir bulan lalu. Rumah saya juga masih aman. Air baru menggenangi jalan depan rumah," tambahnya.
Rumah Wakil Walikota yang berada di Kelurahan Pucangsawit, ikut teredam banjir cukup tinggi pada akhir Desember 2007 hingga awal Januari lalu. (mbr/mly)











































