Keunggulan Barack Obama atas Hillary Clinton dalam jejak pendapat nasional ini baru pertama kalinya terjadi. Jejak pendapat serupa yang digelar CNN pada tanggal 14-17 Januari 2008 menunjukkan Hillary Clinton mengungguli Obama dengan angka 42 persen dibanding 33 persen.
Sebagaimana dilaporkan koresponden detikcom di Washington DC, Endang Isnaini Saptorini, berbagai jajak pendapat yang digelar menjelang pemilihan Super Tuesday menunjukkan kedua capres partai Demokrat ini bersaing ketat. Misalnya jejak pendapat yang diadakan harian USA Today dan Gallup Poll yang dipublikasikan hari Minggu yang menunjukkan Hillary didukung oleh 45 persen suara dan Obama 44 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disamping itu, menjelang Super Tuesday, sejumlah pentolan Partai Demokrat memberikan dukungan kepada senator asal Illinois ini.
"Kemenangan telak di South Carolina yang disusul dengan dukungan keluarga Kennedy membuat Obama menemukan momentum dalam kampanye ini," ujar Bill Schneider, pengamat politik senior CNN sebagaimana dikutip dalam CNN.com pada Senin (4/2/2008).
Meski momentum berpihak pada Obama, tidak ada jaminan bahwa Obama bakal memenangkan pemilihan pendahuluan Super Tuesday yang bakal digelar di 24 negara bagian.
Hillary Clinton masih populer di kalangan anggota Partai Demokrat yang terdaftar. Dan di dua negara bagian yang delegasinya paling banyak, yakni California dan New York, Hillary Clinton masih unggul.
Apa pun yang terjadi , Super Tueday bisa dipastikan bukan menjadi akhir dari persaingan kedua capres Partai Demokrat ini. Pasalnya, Partai Demokrat tidak memberlakukan sistem 'winner takes all' untuk pemilihan pendahuluan ini. Diperkirakan baik Obama mau pun Hillary tidak akan mengantongi jumlah delegasi yang cukup banyak untuk dinominasikan sebagai capres Partai Demokrat dalam konvensi nanti.
Karena itulah baik kubu Obama maupun Hillary sudah pasang kuda-kuda untuk menghadapi pemilihan pendahuluan pasca Super Tuesday yang akan digelar di sejumlah negara bagian seperti Virginia, Maryland dan Washington, D.C.
Hal ini mungkin tidak akan terjadi di kubu Partai Republik yang dalam Super Tuesday besok diperkirakan sudah akan memunculkan Senator John McCain sebagai kandidat presiden partai berlambang gajah ini. (mly/mly)











































