AS: Sudan Hentikan Dukungan Bagi Pemberontak di Chad

AS: Sudan Hentikan Dukungan Bagi Pemberontak di Chad

- detikNews
Selasa, 05 Feb 2008 02:49 WIB
Washington - Pertempuran yang terjadi selama 2 hari antara pemberontak dan tentara di ibukota Chad, Ndjamena, membuat ribuan warga melarikan. AS pun turun tangan dengan memberi peringatan agar pemerintah Sudan menghentikan dukungan yang diberikan kepada pemberontak.

"Kami secara langsung mengatakan kepada pemerintah Sudan jika ada dukungan dari pemerintah kepada pemberontak, harus segera diakhiri," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Sean McCormack seperti dikutip AFP, Selasa (5/2/2008).

Pemerintah mengatakan mereka berhasil memukul mundur para pemberontak dari ibukota. Namun pernyataan berbeda dengan pemberontak yang mengatakan mereka menarik diri untuk memberi kesempatan bagi warga untuk mengungsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juru bicara pemberontak Abderaman Koulamallah mengatakan mereka menarik diri untuk dari kota itu karena menunggu penduduk sipil dievakuasi. "Kami meminta penduduk sipil di NDjamena untuk segera pergi karena kami tidak bisa menjamin keselamatan mereka," imbuh dia.

Pasukan Uni Eropa awalnya akan bertugas melindungi para pengungsi dari kawasan Darfur di negara tetangga Chad, Sudan. Dan Chad menuduh pemerintah Sudan membantu serangan pemberontak untuk menghentikan tentara Uni Eropa dikirim ke kawasan itu.

Namun Sudan membantah melalui juru bicara angkatan bersenjata Sudan, Othman Mohammed al-Agbash. Mereka membantah tuduhan pemerintahnya membantu milisi Arab yang dituduh melakukan genosida di Darfur serta mendukung pemberontak yang mengamuk di Ndjamena untuk menggulingkan Presiden Idriss Deby. (mly/nal)


Berita Terkait