"(PKNU) Itu yang harus dihadapi. Kita akan fight, terutama tempat-tempat di mana ada PKNU. Termasuk Jatim," ujar Ketua LPP PKB Mahfud MD dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Kalibata Timur I, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2008).
Mahfud mengatakan, secara batiniyah PKB dengan dua parpol lainnya yang berbasis pada warga nahdliyin, yaitu PKNU dan PPP memiliki kesamaan ideologis. Tapi dalam konteks politik, kedua parpol tersebut merupakan kompetitor sekaligus lawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahfud beralasan, dalam dua kali pemilu yakni 1999 dan 2004, suara yang diperoleh PKB turun paling kecil dibanding parpol lain.
"Sebelumnya suara PKB sekitar 13 juta. Lalu menjadi 11,993 juta. Penurunannya sangat kecil dibanding partai lain," tuturnya.
Karena itu, Mahfud mengatakan PKB bertekad mempertahankan wilayah-wilayah yang menjadi basis pemilihannya.
"Kita akan bekerja keras dan membangun citra diri. Untuk di pulau Jawa kita
pertahankan. Di luar Jawa, kita akan ekspansi," imbuhnya.
Ketua Dewan Syuro PKB Abdurraman Wahid menambahkan, PKB akan tetap eksis menghadapi parpol lain yang juga berbasiskan NU.
"Alah, parpol lain udah nggak payu. PKB yang payu, semua saya anggap sepele," imbuhnya.
Dia juga yakin perselisihan dirinya dengan Ketum PBNU Hasyim Muzadi tidak akan mengubah aspirasi warga NU dalam memberikan suaranya ke PKB. Justru Gus Dur menyayangkan NU yang sudah bersikap politis. Menurut mantan ketua PBNU ini, tidak seharusnya NU terIibat politik.
"NU mestinya tidak boleh berpikir politik lagi. Tapi rumuskan hal-hal non-politik. PKB akan menetapkan politiknya melihat pada produk NU itu. Tapi sekarang isinya polituk semua, ya wes. Terserah, karena yang tentukan PBNU bukan Hasyim Muzadi," pungkas dia.
(rmd/mly)











































