"Kemungkinan elevated, seperti jalan layang," ungkap Kapuskom Departemen PU Amwazi Idrus dalam jumpa pers di kantornya, Jl Pattimura, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2008).
Dengan melayang, maka ketika banjir melanda, maka jalan itu akan menjadi jalur satu-satunya. Sementara jalan tol yang ada sekarang akan diupayakan pengeringannya dengan pompa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Departemen PU menilai, kondisi banjir yang muncul di dekat Kali Tanjungan itu adalah konsekuensi logis dari posisi jalan tol yang lebih rendah dari sungai. Sehingga, ketika pasokan air berlebihan ke sungai misalnya karena hujan, maka luberlah ke jalan.
Nah, kejadian luber itu sebenarnya bisa diantisipasi dengan menyalakan 3 pompa yang ada. Namun tak dinyana, aliran listrik untuk pompa dimatikan PLN.
"Sehingga hanya 1 pompa yang berjalan dengan menggunakan genset. Ya tidak kuatlah untuk mengatasi genangan," terang Dirjen Sumber Daya Air Departemen PU, Iwan Nursjirwan, dalam kesempatan yang sama.
Saat ini, ketiga pompa telah berfungsi lagi. PLN telah membuat saluran listrik tersendiri untuk pompa air itu. "Sebelumnya kan listriknya digabung dengan penduduk, jadi karena PLN takut ada apa-apa, makanya kemarin itu (1 Februari 2008) dimatikan," pungkas Iwan.
(aba/nrl)











































