Telepon Keluarga dari Lapas Kerobokan, Corby Bayar Rp 2.450

Telepon Keluarga dari Lapas Kerobokan, Corby Bayar Rp 2.450

- detikNews
Senin, 04 Feb 2008 15:00 WIB
Denpasar - Ratu mariyuana Schapele Leigh Corby ditunjuk sebagai pengguna pertama Telepas (telepon lapas) Kerobokan, Denpasar, Bali. Ia membayar Rp 2.450 setelah berbicara dengan keluarganya selama 1,5 menit.

Peluncuran Telepas itu dilakukan di LP Kerobokan, Jalan Gunung Tangkuban Perahu, Denpasar, Senin (4/02/2008). Peluncuran Telepas bersamaan dengan perayaan hari raya Galungan, Kuningan, dan Imlek di LP Kerobokan.

Peluncuran Telepas dihadiri oleh Kalapas Kerobokan Ilham Djaya, Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Bali Joko Bambang Untung, serta Tokoh Spiritual Gede Prama.

Corby menggunakan Telepas usai mendengarkan dharma wacana dari Gede Prama di alua LP Kerobokan. Orang pertama yang ia hubungi adalah ibunya yang berada di Australia, serta kakaknya yang menetap di Bali yaitu Mercedes Corby.

"Saya tidak bisa berbicara dengan ibu saya karena hubungan telepon tidak tersambung. Saya hanya berbicara degan kakak," kata Corby.

Untuk berkomunikasi dengan keluarganya, Corby yang divonis 20 tahun penjara ini hanya membayar Rp 2.450 dalam waktu 1,5 menit. "Saya sangat bahagia bisa berkomunikasi dengan keluarga. Saya akan menghubungi keluarga saya setiap hari Senin," ujarnya.

Penghuni LP Kerobokan yang mendapatkan kesempatan kedua adalah salah satu terpidana Bali Nine Renae Lawrence. Ia membayar Rp 40 ribu setelah berbicara dengan keluarganya di Australia selama 3 menit.

Ilhma Djaya mengatakan, Telepas bertujuan untuk mengantisipasi penyalahgunaan handphone oleh para napi. Telepas ini hanya bisa digunakan untuk menelepon keluar LP. Setiap pembicaraan akan direkam, dicatat, dan bisa didengar oleh petugas LP.

"Setiap penghuni LP Kerobokan mendapat kesempatan menggunakannya sekali dalam satu hari dengan durasi 10 menit. Biaya telekomunikasi dipotong dari uang koperasi," jelas Ilham. (gds/nvt)


Berita Terkait