Rektor Nommensen Jongkers Tampubolon menyatakan, perkiraan jumlah kerugian diperoleh setelah pihak rektorat menginventarisasi kerusakan dalam dua hari terakhir. Dihitung pula barang-barang yang hilang.
"Tidak hanya pengrusakan, kita juga mengalami penjarahan. Brangkas koperasi karyawan ikut hilang," kata Jongkers kepada wartawan di Senin (4/2/2008) di Kampus Nommensen, Jl Perintis Kemerdekaan, Medan.
Jongkers menyatakan, aksi mahasiswa yang dilakukan pada Rabu 30 Januari 2008 menyebabkan kerusakan yang cukup berat pada gedung laboratorium komputer dan gedung biro rektor. Selain itu, pihak Yayasan Universitas HKBP Nommensen juga kehilangan satu unit komputer dari Fakultas Pertanian dan sejumlah buku dari Fakultas Hukum.
Jongkers menambahkan, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan pihak yayasan, aksi unjuk rasa dan pengrusakan kampus tidak terjadi secara spontan.
"Kita mendapat petunjuk bahwa aksi mahasiswa sudah terencana sebelumnya," sebut dia. (rul/nvt)











































