"Tari Poco-poco itu kan menari yang diam di tempat meskipun badan bergerak. Tapi pilihan kata-kata kurang tajam. Istilahnya harus ditujukan pada bagian yang mana," kata pakar komunikasi Efendi Ghazali di komplek Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/2/2008).
Menurut Efendi, dalam konteks mengkritik, Megawati seharusnya lebih tajam dalam memilih kata-kata. Tujuannya agar kritik yang disampaikan kepada pemerintah oleh partai oposisi lebih terukur. "Sehingga apa saja yang dianggap seperti tari Poco-poco dari pemerintahan SBY bisa dinilai," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bagi kubu SBY, Efendi berharap setiap kritikan yang disampaikan tidak perlu ditanggapi reaktif. "Kalau seperti itu kondisinya justru menguntungkan kompetitor. Ya tetap perlu direspons tapi tidak perlu serius," pungkasnya.
(bal/umi)











































