Kritik Poco-poco Mega Kurang Tajam, Kubu SBY Terlalu Reaktif

Kritik Poco-poco Mega Kurang Tajam, Kubu SBY Terlalu Reaktif

- detikNews
Senin, 04 Feb 2008 14:21 WIB
Jakarta - Meski cukup keras, kritik Ketua Umum PDIP Megawati yang menyebut pemerintahan SBY bak penari Poco-poco dinilai kurang fokus. Kubu SBY boleh merespons, tapi tidak perlu reaktif.

"Tari Poco-poco itu kan menari yang diam di tempat meskipun badan bergerak. Tapi pilihan kata-kata kurang tajam. Istilahnya harus ditujukan pada bagian yang mana," kata pakar komunikasi Efendi Ghazali di komplek Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/2/2008).

Menurut Efendi, dalam konteks mengkritik, Megawati seharusnya lebih tajam dalam memilih kata-kata. Tujuannya agar kritik yang disampaikan kepada pemerintah oleh partai oposisi lebih terukur. "Sehingga apa saja yang dianggap seperti tari Poco-poco dari pemerintahan SBY bisa dinilai," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dosen Pascasarjana UI itu menyarankan kepada kubu Megawati, agar tidak cuma sekadar perang kata-kata, kritikan yang disampaikan sebaiknya menggunakan istilah dan pilihan kata yang tepat. "Harus fokus, harus tajam, sehingga tidak main-main dengan kata-kata," ujarnya.

Sementara bagi kubu SBY, Efendi berharap setiap kritikan yang disampaikan tidak perlu ditanggapi reaktif. "Kalau seperti itu kondisinya justru menguntungkan kompetitor. Ya tetap perlu direspons tapi tidak perlu serius," pungkasnya.
(bal/umi)


Berita Terkait