Beberapa bulan sebelum penusukan itu, pelaku berkata kepada saudara perempuannya bahwa dia berniat membunuh kedua orangtuanya.
Demikian terungkap dalam persidangan Glen Malcolm Porritt yang didakwa dengan pembunuhan atas ibunya, Nanette Porritt. Di pengadilan yang digelar di Canberra, Australia, Glenn mengaku telah menimbulkan luka-luka yang menewaskan ibunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penuntut mengatakan, Glen pernah mengirim email ke salah seorang saudara perempuannya pada awal pertengahan 2005. Dalam email itu, Glen mengungkapkan kebenciannya pada orangtua mereka.
"Mereka telah menghancurkan hidup saya dan pantas mati dan masuk neraka," tulis terdakwa. "Saya berniat mengakhiri hidup mereka," demikian bunyi email Glen.
Tidak jelas apa penyebab kebencian Glen pada ayah dan ibunya. Namun Glen telah meninggalkan rumah orangtuanya pada tahun 2004 lalu. Dia tetap berhubungan dengan saudara-saudara perempuannya, namun menolak bertemu atau berbicara dengan orangtuanya.
Di hari pembunuhan itu, Glen pergi ke rumah orangtuanya untuk bertemu salah seorang saudara perempuannya. Dia kemudian pergi namun selang beberapa lama, dia kembali lagi. Dengan menggunakan pisau yang diambilnya dari dapur, dia menusuk berulang kali ibunya di wajah, dada dan leher. (ita/nrl)











































