Pernyataan itu disampaikan Kadispen Armatim TNI AL Letkol Tony Syaiful kepada wartawan di Koarmatim, Senin (4/2/2008).
Menurut Tony, saat tim evakusi memasuki bangkai tank amphibi, tim evakuasi tidak menemukan mayat. Mereka hanya menemukan 2 ransel, 3 senjata SS 1, serta 9 helm milik marinir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk memaksimalkan evakuasi, dari 23 KRI yang mengikuti latihan tempur Armada Jaya disisakan 4 KRI untuk membantu evakuasi.
Dari 4 kapal tersebut, 2 diantaranya adalah KRI Pulau Rengan dan KRI Pulau Rupat yang merupakan kapal penyapu ranjau di bawah laut yang mampu mendeteksi logam di bawah permukaan laut. Sedangkan 2 KRI lainnya adalah KRI Dr Suharso dan KRI Soputan.
"4 KRI stand by di 2 mil sebelah utara Pantai Banongan, Asem Bagus, Situbondo," ujar Tony.
Selain itu, TNI AL juga menyiagakan 2 helikopter di atas KRI Soputan yang nantinya untuk mengevakuasi jenazah korban apabila ditemukan. Hingga saat ini masih ada 1 prajurit Marinir yang menjalani perawatan di RSAL Dr Ramelan Surabaya untuk memulihkan kondisi. (bdh/nvt)










































