Zulkifli menemukan mortir itu saat menyelam di dasar Sungai Siak di Pelabuhan Pelita Pantai, Jl Sudirman Ujung, Pekanbaru, Senin (4/2/2008) pukul 09.00 WIB. Zulkifli tidak banyak berpikir saat menemukan benda ini.
Dia lalu menjualnya ke penampung besi tua. Namun setelah satu jam berkeliling, tidak ada yang mau membeli benda yang memang menyerupai bom ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi pun mencari Zulkifli dan memintanya menyelam lagi untuk mengambil mortir tersebut. Dibantu teman-teman, Zulkifli mengangkat mortir tersebut.
Tim Gegana Polda Riau lalu datang ke pelabuhan pukul 12.00 WIB dan mengamankan mortir tersebut. Mortir itu kemudian diketahui memiliki berat masing-masing 70 kg, panjang 60 cm dan diameter 25 cm.
"Saya sih memang sehari-hari mencari besi tua," kata Zulkifli kepada wartawan.
Mortir ini diduga peninggalan Perang Dunia II. Data polisi pelabuhan menyebutkan, pada 1942 ada kapal militer yang tenggelam di Pelabuhan Pelita Pantai.
"Mortir ini masih aktif. Rencananya nanti akan kita ledakan, agar tidak membahayakan," ujar Kanit Penjinak Bom (Jibom) Ipda Wakidi di Markas Brimob, Jl KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru. (fay/nvt)











































