Kejadian ini bermula saat Jayeng yang bekerja sebagai loper koran membeli kopi di depan RSUD Raden Soedjati, Purwodadi sebelum mengambil barang dagangannya. Setelah itu, dia mampir ke rumah kakaknya yang tidak jauh dari lokasi agen koran.
Tak lama setelah minum kopi, Jayeng muntah-muntah. Mengetahui kondisi itu, Ujang mengantarkan adiknya ke RSUD yang jaraknya hanya ratusan meter dari rumah. Tak dinyana, Jayeng meninggal dalam perjalanan ke RS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kejadiannya sekitar pukul 04.30 (WIB). Tapi kami belum tahu apa kematian mereka disebabkan kopi," kata petugas piket RSUD, Purwanto.
Anak Ujang, Dafian juga terkena dampak kopi maut itu. Beruntung Dafian yang masih berusia dua tahun itu tak menelan kopi tersebut. Saat meminumnya, Dafian langsung menyemburkannya tanpa alasan yang jelas. Nyawanya masih terselamatkan. "Dia masih dirawat di ICCU sekarang," imbuh Purwanto. (try/umi)











































