Massa terdiri dari ratusan orang yang datang dari Ternate, Tidore, Kabupaten Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Kabupaten Sula. Mereka berniat mengusir pendukung cagub Thaib Armaiyn-Abdul Gani karena hotel tempat mereka berkantor merupakan aset Pemda Malut.
Saat tiba di depan hotel, Senin (4/2/2008), massa memaksa masuk ke dalam. Namun, pihak kepolisian yang terdiri dari 250 personel menahan massa. Karena tidak terima, massa kemudian melakukan aksi lempar batu kepada polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya massa melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Maluku Utara, Jl Pahlawan Revolusi, Malut. Mereka menolak keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan perhitungan ulang pilkada Malut di 3 kecamatan di Kabupaten Halmahera Barat.
Mereka mendesak Pemda agar secepatnya melantik gubernur terpilih. Mereka juga meminta agar Mendagri Mardiyanto tidak mengintervensi KPU.
Saat aksi di kantor gubernur, massa sempat terlibat bentrok dengan polisi. Massa menghancurkan pintu gerbang kantor gubernur. Namun situasi akhirnya bisa diamankan oleh petugas kepolisian. (ziz/umi)










































