"Seperti Katulampa yang sudah bisa kirim informasi air datang ke Jakarta Selatan dan Timur," kata Fauzi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (4/2/2008).
Dia mengatakan peristiwa pada Jumat 1 Februari 2008 lalu, warga di Jakarta Barat tidak mendapat peringatan dini. Untuk itu perlu ada koordinasi antara BMG dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Kadis PU Pemprov DKI Wishnu Subagja mengatakan hujan Jumat 1 Februari lalu mencapai 317 mm/hari dan melebihi curah hujan normal 50 mm/hari. Menurut dia, dalam kasus Bandara Cengkareng, jalan tol sebenarnya sudah dilindungi dari laut pasang.
"Tapi kalau ada air masuk, ibarat gelas bisa dibalik, kalau jalan tol harus dipompa," kata Wishnu.
Menurut Wishnu, Pemprov DKI mengirim 10 pompa. Departemen PU dan Jasa Marga juga mengirim bantuan. Wishnu belum bisa mengatakan solusi jangka panjang karena baru akan dibicarakan Jasa Marga dan Asisten Pembangunan Pemprov DKI. (fay/nrl)











































