Peristiwa mengerikan ini terjadi di Baltimore, Amerika Serikat. Nicholas Waggoner Browning dikenai 4 dakwaan pembunuhan tingkat pertama. ABG berusia 15 tahun menembak hingga tewas ayahnya, John Browning (45), ibunya Tamara (44) dan kedua adik laki-lakinya Gregory (13) dan Benjamin (11).
Meski usianya masih muda, namun Nicholas diadili sebagai orang dewasa. Demikian disampaikan juru bicara kepolisian Baltimore County, Bill Toohey, seperti dilansir harian Sydney Morning Herald, Senin (4/2/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nicholas kemudian menghabiskan waktunya bersama teman-temannya. Keesokan harinya, dia kembali ke rumah dengan diantar teman-temanya. Setelah masuk ke rumah, remaja itu kembali ke luar dan memberitahu kalau ayahnya meninggal. ABG itu kemudian menelepon polisi. Setelah didesak polisi, Nicholas akhirnya mengakui perbuatannya.
Meski nantinya terbukti bersalah atas dakwaan pembunuhan tingkat pertama, namun Nicholas terlalu muda untuk menerima hukuman mati. Belum jelas apa motif pembunuhan keji Nicholas. Namun kepolisian menyatakan, ABG itu tidak akur dengan ayahnya, John, yang bekerja sebagai pengacara.
Para tetangga ramai membicarakan pembunuhan keluarga Browning. Di mata tetangganya, keluarga Browning dikenal sebagai orang-orang baik dan penolong. "Mereka akan melakukan apa saja untuk kita, mereka orang-orang yang hebat," ujar Mike Thomas, salah seorang tetangga. (ita/nrl)










































