Rombongan tiba di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (4/2/2008) pukul 10.00 WIB. Bus-bus yang mereka bawa diparkir di jalan kosong di samping Gedung KPK.
Aksi massa hanya menyisakan 1 lajur lambat untuk kendaraan agar bisa lewat. Massa dalam orasinya menuntut KPK mengambil alih kasus korupsi pengadaan buku sekolah terbitan Balai Pustaka Rp 36 miliar yang diduga melibatkan Bupati Tegal Agus Riyadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa membentangkan spanduk bertuliskan "Seret dan Adili Bupati Tegal", "KPK-ku Sayang Jangan Jadi Macan Ompong". Massa yang memakai ikat kepala putih juga meneriakkan yel-yel, "Gantung koruptor!".
Selain korupsi buku, Bupati Tegal diduga terlibat sejumlah kasus korupsi lainnya. Dia diduga terlibat kasus korupsi proyek normalisasi Kali Brungut dan Kalipah, korupsi KPUD dan korupsi Panitia Pengawas Pemilu. Total dugaan korupsi mencapai Rp 3,2 miliar.
Jumlah demonstran tidak seperti digembar-gemborkan mencapai 1.000 orang, dan tidak semua warga Tegal. detikcom menemui sejumlah demonstran asal Pemalang yang bahkan tidak tahu nama Bupati Tegal. Hingga pukul 11.00 WIB, aksi terus berlangsung. (fay/nrl)











































