"Test case itu. Mencoba apakah ada reaksi atau tidak, untuk menguji Golkar seperti apa," ujar pengamat dan peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli kepada detikcom, Senin (4/2/2008).
Rakyat, lanjut Lili, pasti memperhatikan tentang masa lalu partai berlambang pohon beringin itu. Mengenai ukuran perekonomian yang digunakan JK sebagai tingkat benci atau tidaknya rakyat, Lili mengatakan, perekonomian itu harus diukur terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang akan melihat, perekonomian berhasil apakah faktor Golkar atau SBY? Jangan-jangan dukungan tidak berimbas ke Golkar, namun mengalir ke Demokrat," jelasnya.
Menurut Lili, JK juga melakukan test case dengan menyatakan akan mengajak putri sulung penguasa Orde Baru, Siti Hardiyanti Rukmana alias Mbak Tutut sebagai pengurus Golkar.
"Bagaimana respons masyarakat kita. Tunggu kalau respons masyarakat positif akan dilakukan, kalau negatif ya tidak," kata dia.
Golkar, lanjutnya, masih banyak pendukung di daerah akar rumput di pedesaan. Karena masyarakat pedesaan mengukur, apakah harga-harga naik atau tidak.
"Untuk itu Golkar harus uji betul, dan melaksanakan amanah reformasinya itu. Kebijakannya harus pro rakyat," kata Lili. (nwk/nrl)










































